
Sepanjang sejarah dunia, ketidaknyamanan selalu muncul di antara manusia sebagai makhluk sosial, baik karena bahasa, agama, ataupun ras. Hal ini muncul di dunia Barat dengan bentuk islamofobia. Ada semacam sentimen negatif ketika melihat ataupun mendengar Islam. Penyebabnya muncul dari berbagai hal dan dari segala arah sehingga membentuk gelombang besar yang memengaruhi masyarakat di sana untuk benci terhadap Islam.
Faktor Ketidaktahuan
Islamofobia terjadi karena ketidaktahuan tentang Islam yang diperparah dengan distorsi informasi yang dibuat oleh kelompok anti-Islam. Harus kita akui bahwa di dunia kita sekarang ada kelompok orang yang anti terhadap Islam yang disebabkan karena ketidaktahuannya. Islam yang ia terima adalah gambaran Islam yang keras dan pro-kekerasan, padahal Islam tidaklah demikian. Ketidaktahuan tersebut berkelindan menyebabkan ketidaktahuan kepada orang lain, akhirnya terjadilah gelombang ketidaktahuan yang berdampak pada anti-Islam.
Gelombang ketidaktahuan itu mewujud pada berbagai macam bentuk anti-Islam. Ada yang mengambil bentuk verbal, dan non-verbal, kekerasan dan non-kekerasan. Anti-Islam yang verbal misalnya dapat dirujuk pada berbagai narasi terang-terangan anti-Islam yang tersebar di dunia maya. Aksi kekerasan juga terjadi misalnya bullying, bahkan pembunuhan terhadap orang Islam.
Penyebab Munculnya Islamofobia di Barat
Pertama, ketidaknyamanan masyarakat Eropa terhadap Islam itu muncul karena homoginitas mereka dan kesulitannya masyarakat imigran melakukan asimilasi dan integrasi, penyesuaian sifat asli mereka dengan sifat lingkungan di sekitar mereka tinggal. Karena itu, bangsa Eropa kurang bisa menerima kedatangan imigran yang beranak pinak dengan tanpa menghilangkan sifat mereka. Terlebih, mereka yang masuk ke Eropa lebih banyak yang berpendidikan rendah.
Kedua, kehadiran kaum ekstremis yang melakukan teror di mana-mana, seperti Al-Qaeda dan ISIS.
Ketiga, terjadi benturan antara masyarakat keturunan imigran yang lahir dan tumbuh di negara Eropa dengan masyarakat asli Eropanya. Mereka membantai sesama warga. Adanya gelombang migrasi ke Eropa tanpa ada persyaratan khusus dan kontrol membuat publik Eropa menjadi kaget dan prihatin.
Keempat yaitu umat Islam itu sendiri. Seorang tokoh (Prof. Syamsi Ali) menegaskan tidak berlebihan jika mengatakan lebih dari 60 persen islamofobia terjadi karena faktor umatnya.
Hal ini dikarenakan umat Islam masih belum berhasil mengemban amanah ajaran Islam yang rahmatan lil ‘alamin, sehingga akhirnya menimbulkan ketakutan pada umat lain.
Semua yang diuraikan di atas menjadi penyebab secara langsung munculnya islamofobia di sejumlah negara, maka sebenarnya ada sumber lain yang menjadi penyebab tidak langsung, yakni lemahnya dunia Islam baik secara ekonomi, politik, maupun militer. Karena itu dunia Islam kurang diperhitungkan dan hilangnya rasa segan atau gentar bagi sejumlah negara non muslim untuk mendiskriminasi umat Islam.
Wallahu a'lam bi showab
Allahumma sholli 'ala sayyidina Muhammad wa 'ala alihi wa sohbihi ajma'in
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Selamat pagi, salam sehat, solid, speed, smart
Jambi, 15 Desember 2025
Dr. Chazim Maksalina, M.H.