(0741) 40131 ptajambi@yahoo.com

GEDUNG PTA OK

Kuala Tungkal adalah sebuah kota yang terletak persis di pinggir bertemunya muara ( kuala ) sungai Pengabuan dengan laut lepas (Selat Berhala) sehingga disebut Kuala Tungkal adalah kabupaten ke sepuluh yang penulis tuju dalam rangka kunjungan kerja menghadiri perjanjian kerja sama (MOU) antara Pengadilan Agama Kuala Tungkal dengan Pemerintah Derah Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan pembinaan PA Kuala Tungkal oleh Ketua PTA Jambi. Dari tanggal 26-28 Nopember 2025.

Perjalanan Jambi - Kuala Tungkal ditempuh kurang lebih tiga jam, berangkat dari PTA jam 10 pagi sampai di PA Kuala Tungkal jam 12.50. Saat memasuki pinggiran kota Kuala Tungkal, penulis dikejutkan dengan melihat megahnya bangunan kelenteng yang menunjukkan tempat peribadatan etnis tertentu bahkan beberapa puluh meter kemudian, tampak kelenteng lainnya yang lebih besar dan megah. Hal ini memberi sinyal kuat bahwa kota Kuala Tungkal adalah kota multi etnis.

Disambut beberapa pejabat PA Kuala Tungkal penulis ke ruang resepsionis, PTSP dan melihat langsung ruangan dari satu pintu ke pintu lainnya. Selanjutnya ke halaman belakang yang menurut informasi di PA Kuala Tungkal sudah biasa ada genangan air karena dipengaruhi terjadinya pasang surut air laut. Bahkan saat air laut pasang lantai gedung dan lapangan tenis yang ada di samping gedung bisa banjiri oleh air pasang. Di ruang Ketua sebentar berdialog mendapat gambaran PA Kuaka Tungkal secara umum. Rombongan berlanjut menuju pusat kota untuk makan siang. Benar dugaan penulis kota ini kota multi etnis dengan geliat ekonomi yang tampak dinamis, pertokoan yang rapat, sudut pertigaan dan perempatan jalan dipenuhi bangunan toko yang sudah dimakan usia. Penulis yakin Kuala Tungkal adalah termasuk kota tua.  

Diajak menelusuri jalanan kota, meneguhkan penulis bahwa kota Kuala Tungkal bisa dikatakan kota teramai dan terbesar setelah kota Jambi. Keinginan melihat laut lepas, rombongan blusukan ke arah lokasi pelabuhan berderet, karena di situ ada beberapa pelabuhan (dermaga kapal sandar) sampai pelabuhan Roro berjarak 10 km dari tanan Titian Orang Kayo, Mustiko Rajo Alam yang menjadi ikon kota Kuala Tungkal

Kuala Tungkal adalah adalah ibu kota Kabupaten Tanjung zjabung Barat, sebuah wilayah bagian dari provinsi Jambi. Terletak di ujung timur provinsi Jambi yang berbatasan dengan Kabupaten Batanghari dan Muara Jambi di selatan, Kabupaten Indragiri Hilir (Riau) di utara dan Kabupaten Tebo di barat serta Kabupaten Tanjung Jabung Timur dan laut lepas (selat Berhala) di timur. Kabupaten Tanjung Jabung Barat memiliki luas 5.009,82 km², dengan jumlah penduduk pada akhir tahun 2024 sebanyak 336.978 jiwa.

Kabupaten yang beribu kota di Kuala Tungkal ini memiliki masyarakat yang heterogen. Suku Melayu, Banjar, Jawa, Bugis, Batak, Minangkabau, Melayu Palembang, Tionghoa, Melayu Kerinci dan berbagai etnis berbaur di kabupaten yang terkenal dengan julukan kota bersama ini. Dengan hasil pertanian dan perkebunan yang cukup melimpah kabupaten ini terus berkembang. Kelapa, Kelapa Sawit, Pinang, dan beraneka buah-buahan adalah sumber daya alam yang banyak terdapat di daerah ini. Juga kekayaan minyak bumi dan gas yang saat ini dikelola oleh perusahaan asing juga merupakan kekayaan asli dari daerah ini.

Potensi (Ekonomi) Tanjung Jabung Barat

Perikanan menjadi sektor andalan, menghasilkan pasokan ikan, udang, dan hasil laut lainnya yang tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga dipasarkan ke luar daerah. Perkebunan kelapa, kelapa sawit, dan karet menjadi tulang punggung perekonomian di daratan, sementara pertanian padi dan hortikultura mendukung ketahanan pangan daerah. Tidak hanya itu, sumber daya alam berupa minyak dan gas bumi menambah peluang strategis bagi pembangunan daerah jika dikelola secara bijak.

Keberagaman Etnis

Keberagaman etnis menjadi kekayaan yang membentuk karakter Tanjung Jabung Barat. Masyarakat yang terdiri dari Melayu, Jawa, Banjar, Bugis, Batak, Minangkabau, Palembang, hingga Tionghoa hidup berdampingan dengan harmonis. Keragaman ini menghadirkan kekayaan budaya, tradisi, bahasa, dan kuliner yang menjadi daya tarik tersendiri. Gotong royong dan solidaritas sosial menjadi modal sosial yang memperkuat ketahanan masyarakat menghadapi berbagai tantangan.

Wisata alam, Budaya dan Religi

Ada 4 objek Wisata populer di Kuala Tungkal Jambi, dari Keajaiban Pantai hingga Masjid Syaikh Utsman.

Pertama, Titian Orang Kayo Mustiko Rajo Alam Objek wisata ini sangat diminati oleh wisatawan. Diambil dari salah satu tokoh legenda. Lokasinya yang berada di pesisir pantai, strategis, dan terletak di pusat kota membuatnya mudah diakses.

Kedua, Laman Orang Kayo Rajo Laksamano Alun-alun Kota Kuala Tungkal, adalah tempat wisata yang ramai dikunjungi. Terletak di pusat kota Kuala Tungkal, depan Kantor Bupati Tanjung Jabung Barat, tempat ini memiliki banyak area bermain anak-anak dan tempat berfoto yang menarik.

Ketiga, Masjid Syaikh Utsman, bagi yang mencari pengalaman wisata religi, Masjid Syaikh Utsman adalah pilihan yang tepat. Diambil nama dari seorang tokoh ulama yang berasal dari Merlung, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, dan kemudian menetap di Mekkah Mukarramah. Pantas disematkan Kuala Tungkal adalah kota santri karena banyaknya pesantren tersebar di kota ini.

Keempat, Hutan Mangrove Pangkal Babu Bagi pencinta alam, hutan mangrove Pangkal Babu menawarkan suasana yang sangat asri. Di sini, dapat melihat fauna seperti kera dan lutung. Objek wisata ini terletak di pesisir pantai, sekitar 10 KM dari pusat kota. Untuk mencapainya, diperlukan perjalanan sekitar 15-20 menit dari pusat kota dengan kendaraan bermotor, karena akses jalan ke lokasi ini terbatas.

Penulis bersyukur bisa menikmati 3 objek dari 4 objek wisata tersebut.

Demikian catatan ringan penulis dari rumah dinas Bupati Kabupaten Tanjung Jabung Barat, yang sedang melaksanakan tugas kedinasan. Dengan senang hati menerima kritik dan sarannya.

Wallahu a'lam bi showab

Allahumma sholli 'ala sayyidina Muhammad wa 'ala alihi wa sohbihi ajma'in

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Selamat pagi, salam sehat, solid, speed, smart

Jambi, 27 Nopember 2025

Dr. Chazim Maksalina, M.H.