
Berpikir positif dengan mengingat-ingat nikmat Allah itu penting, agar kita menjadi orang yang beruntung. Termasuk di antara bentuk berpikir positif adalah dengan memikirkan anugerah nikmat dari Allah. Di mana Allah telah menyempurnakan nikmat tersebut untuk kita. Dalam hidup hendaknya orang berfikir nikmat Allah itu telah banyak terlimpah pada kita. Ada nikmat lahir dan nikmat batin. Nikmat lahir itu seperti misalkan bisa menikmati ngopi dan merokok. Nikmat batin itu seperti membayangkan hal yang indah-indah, memikirkan pemberian atau nikmat Allah.
Berfikir positif bukanlah berarti mengkhayalkan hasil dapat tercapai tanpa sebuah proses yang mesti dijalani. Justru berfikir positif membuat kita nyaman dengan proses yang perlu dijalani sehingga setapak demi setapak jalan kepada suatu tujuan dapat tercapai. Dengan meyakini berpikir positif sama dengan menarik keberuntungan ke dalam lingkaran diri sehingga hati lapang dan pikiran luas. Dampaknya merasa ringan dalam menjalani kehidupan.
Sepanjang hidup kita itu lebih baik diisi dengan memikirkan nikmat dan tidak perlu memikirkan musibah. Sebabnya itu akan menjadi sebuah keruwetan.
Seperti dalam urusan rumah tangga. Jika kita ingin beruntung jangan ingat problem atau masalah kita, tapi ingat nikmat Allah. Jadi hidup itu hanya dipikirkan sisi positifnya.
Sehingga penting mengigat-ingat nikmat Allah. Jadi hanya mengingat nikmat Allah dan tidak mengingat musibah.
Bahwa itu merupakan perintah Tuhan yaitu mengingat nikmat pemberian Allah saja. Seperti Gus Baha memiliki banyak murid dan ketika ditanyakan kepada Beliau kok sabar Gus punya murid tidak jelas. Gus Baha mengatakan, lho ini tantangan. Kalau punya murid jelas itu bukan tantangan yang tantangan itu punya murid tidak jelas. kadang ngaji kadang tidak, kadang paham kadang tidak. Bagi seorang guru itu tantangan. Karena syarat orang beruntung itu mengingat-ingat sisi nikmat, jangan mengingat sisi masalah.
Contoh lainnya adalah saat kita kaya, kita memiliki banyak teman. Namun saat bangkrut terjatuh teman-teman kita tidak mau mengunjungi. Umumnya orang menganggap itu sebuah musibah. Tapi ulama menganggap itu suatu kenikmatan. Karena betapa malunya diri kita jika saat terjatuh tapi teman kita banyak yang menengok.
Seperti jika dulu kita satu komunitas Alphard, satu komunitas Honda atau satu komunitas Innova dengan mereka. Lalu kamu jatuh menjadikan kita harus bekerja sebagai buruh cetak bata merah. Bila teman kita menjenguk mampir dengan membawa Alphard malah akan menjadi tontonan teman kita dan masyarakat. Lebih baik Allah menciptakan kondisi teman kita tidak menengok sehingga tidak banyak yang tahu kemelaratan kita. Begitulah Allah membuat keadaan yang lebih maslahat bagimu. Tetapi kebanyakan orang membayangkan dunia sesuai dengan yang diinginkannya. Dahulu aku kaya, sekarang banyak teman yang melupakan.
Berfikir positif bukan berarti merasa aman sebagai rasa aman palsu namun meyakini bahwa dunia akan baik-baik saja dalam pengendalian dan penjagaan Allah. Sebab segala sesuatu yang telah, sedang dan akan terjadi adalah kehendakNya dan tidak luput dari penguasaan dan pengaturan Allah. Penting untuk berterima kasih kepada Allah dengan mengingat ingat nikmatNya sebagai perwujudan sifat Kasih dan Sayang Allah kepada kita. Tugas kita adalah menjalankan ikhtiar maksimal dan banyak melafalkan dzikir dan doa-doa. Melaksanakan segala perintah Allah dan menjauhi segala laranganNya. Sebab di sepanjang zaman apapun yang terjadi, kemanapun kita meraih, kita meraih pada rahmatNya. Serta kemanapun kita terjatuh kita akan terjatuh pada rahmatNya.
Mengingat nikmat sebagai contoh lainnya adalah Gus Baha saat awal menjadi Kiai di 2005 Ibundanya sering sakit sehingga memerlukan biaya hingga berjuta juta. Namun Beliau berkhidmat pada orang tuanya dengan membiayai biaya rumah sakit. Lebih baik jika uang yang dipunya digunakan untuk jalan bakti pada kedua orang tua. Beliau tidak menyesal dan justru berpikir hartanya telah didistribusikan kepada hal yang benar.
Jika kita mengingat nikmat Allah maka pasti akan beruntung. Pasti beruntung di sini maksudnya adalah seorang hamba memang tidak bisa memastikan. Tapi rencana dan janji Allah itu pasti terjadi. Lalu mengapa justru menjadi tidak mesti atau pasti dalam kaitannya dengan kita, karena kita tidak memenuhi syarat terpenuhinya ketentuan Allah untuk menjadi beruntung. Jadi pasti akan beruntung menurut Allah, tapi kamu sendiri tidak memenuhi syarat datangnya keberuntungan.
Banyak orang mengingat nikmat tidak beruntung. Itu terjadi sebab yang menjadi pertanyaan adalah, apakah benar dia benar-benar mengingat nikmat Allah atau jangan-jangan hanya sekedar untuk bergaya saja. Seperti setelah ngopi dan merokok mengucapkan Alhamdulillah. Tetapi hanya di mulut dan tidak sampai ke hati. Namun jika rasa syukur yang timbul itu benar-benar dari hati setelah menikmati pemberian Allah, maka insya Allah akan beruntung.
Dicatat dari Ceramah KH. Ahmad Baha'uddin Nursalim (Gus Baha) Hafizahullah dalam Channel YouTube 'Santri Gayeng' yang berjudul "Jika Kamu Punya Banyak Masalah". Pastikan Menyimak Kajian Ini - Gus Baha
Catatan ini juga telah diedit seperlunya.
Semoga Allah senantiasa memanjangkan umur, merahmati, melindungi, memberkahi, dan meridhoi guru-guru kita.
Wallahu a'lam bi showab
Allahumma sholli 'ala sayyidina Muhammad wa 'ala alihi wa sohbihi ajma'in
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Selamat pagi, salam sehat, solid, speed, smart
Jambi, 5 Desember 2025
Dr. Chazim Maksalina, M.H.